Macam Macam Mesin Las

Las (welding) adalah salah satu teknik penyambungan logam dengan cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu. Salah satu cara menyambung dua bagian logam ini dapat dengan menggunakan energi panas. Lalu dari manakah energi panas tersebut didapatkan? Pada awal abad ke-20, energi panas didapatkan dari pembakaran gas acetylena atau yang lebih dikenal dengan nama las karbit. Pada Perang II penggunaan las listrik sebagai sumber energi panas mulai digunakan secara massal.

Las busur listrik atau biasa disebut las listrik adalah las dengan menggunakan nyala busur atau percikan listrik sebagai sumber panas yang diarahkan ke permukaan logam yang akan disambung. Sumber panas yang dihasilkan pada las listrik ditimbulkan oleh busur api arus listrik, yang mengalir antara elektroda las dan objek atau benda kerja. Bagian logam atau benda kerja yang terkena busur listrik tersebut akan mencair, demikian juga elektroda yang menghasilkan busur listrik akan mencair pada ujungnya dan merambat terus sampai habis.

Logam cair dari elektroda dan dari sebagian benda kerja yang akan disambung itu bercampur dan mengisi celah dari kedua logam yang akan disambung, kemudian logam itu membeku maka tersambunglah kedua logam tersebut secara permanen. Jenis sambungan hasil dari las listrik ini merupakan sambungan tetap.  Arus yang digunakan untuk pengelasan dapat berupa arus AC maupun DC, tergantung mesin las yang digunakan. Gambar di bawah ini menggambarkan proses welding pada mesin las.

https://i2.wp.com/hargareview.com/wp-content/uploads/2016/05/sistem-las-listrik-300x272.png

Jenis arus ini yang membedakan macam-macam mesin las listrik. Berikut ini pembahasan dari masing-masing jenis mesin las listrik tersebut :

1. Mesin Las Arus AC (Bolak-Balik)

https://i2.wp.com/hargareview.com/wp-content/uploads/2016/05/ac.jpegMesin las ini membutuhkan arus bolak-balik atau biasa disebut arus AC. Arus ini adalah arus yang dihasilkan oleh pembangkit lisrik , listrik PLN, atau listrik hasil generator AC. Biasanya tegangan listrik yang dihasilkan dari sumber listrik ini belum sesuai dengan tegangan listrik yang dibutuhkan alat las, bisa jadi tegangan lebih besar atau pun lebih kecil sehingga dibutuhkan alat untuk menurunkan atau menaikkan tegangan listrik ini, alat tersebut ialah transformator atau biasa disingkat trafo. Gambar di samping ini merupakan contoh jenis las arus AC.

Trafo yang digunakan pada alat las listrik di pasaran menggunakan trafo step down yaitu trafo yang berfungsi untuk menurunkan tegangan listrik. Mengapa menggunakan trafo step down? Karena listrik yang disalurkan PLN masih berupa tegangan tinggi. Biasanya tegangan listrik yang didistribusikan ke daerah bisnis sekitar 20 kV sedangkan yang disalurkan ke konsumen rumah tangga sekitar 220 V. Alat las listrik di pasaran hanya membutuhkan tegangan listrik berkisar 55  hingga 85 Volt.

Trafo yang digunakan pada alat las listrik memiliki daya yang cukup besar. Agar alat las listrik dapat mencairkan sebagian logam induk dan elektroda maka dibutuhkan energi yang besar. Dikarenakan tegangan listrik pada bagian terminal kumparan sekunder hanya kecil, maka untuk menghasilkan daya yang besar perlu arus besar. Arus yang digunakan untuk peralatan las sekitar 10 ampere sampai 500 ampere. Besarnya arus listrik dapat diatur sesuai dengan keperluan las. Untuk keperluan daya besar diperlukan arus yang lebih besar pula, dan sebaliknya.

Arus pada transformator dapat disetel sesuai kebutuhan dengan memutar ulir penyetel arus. Desain ini biasanya memungkinkan tukang las untuk dapat memilih arus keluaran dengan menggerakkan kumparan primer mendekat atau menjauh dari kumparan sekunder, menggerakkan  magnetic shunt (gulungan magnetik) ke dalam atau ke luar dari inti trafo, menggunakan rangkaian seri dari transduktor. Pada transformator las AC, terdapat dua kabel yaitu kabel busur dan kabel masa, dimana jika kedua kabel tersebut tertukar, tidak akan mempengaruhi perubahan temperature yang timbul.

Kelebihan dari mesin las arus searah

  • Perlengkapan dan perawatan lebih murah
  • Kabel massa dan kabel elektroda dapat ditukar untuk mempengaruhi keluaran
  • Busur yang menyala kecil sehingga dapat mengurangi timbulnya keropos pada gerigi las

Kekurangan dari mesin las arus searah

  • Tidak dapat dipergunakan untuk semua jenis elektroda
  • Tidak dapat digunakan untuk mengelas semua jenis logam
  • Suara yang dihasilkan lebih bising
  • Nyala busur tidak terlalu stabil

2. Mesin Las Arus DC (Searah)

Selain arus bolak balik, arus searah atau arus DC juga dapat menjadi sumber listrik untuk mesin las listrik. Arus listrik ini berasal dari mesin berupa dinamo listrik searah. Dinamo dapat digerakkan oleh motor listrik, motor bensin, motor diesel, atau alat penggerak yang lain. Mesin arus yang menggunakan motor listrik sebagai penggerak pada mulanya memerlukan peralatan yang berfungsi sebagai penyearah arus. Penyearah arus atau rectifier berfungsi dalam mengubah arus bolak-balik (AC) menjadi arus searah (DC). Arus bolak-balik yang diubah menjadi arus searah pada proses pengelasan mempunyai beberapa kelebihan, antara lain:

  • Nyala busur listrik yang dihasilkan lebih stabil,
  • Dapat menggunakan berbagai jenis elektroda,
  • Tingkat kebisingan lebih rendah,
  • Lebih fleksibel, karena dapat diubah ke arus bolak-balik atau arus searah.
  • Dapat digunakan untuk mengelas plat logam yang lebih tipis

https://i1.wp.com/hargareview.com/wp-content/uploads/2016/05/dc-300x225.jpgGambar di samping merupakan jenis las AC. Di pasaran terdapat 2 jenis mesin las DC, yaitu mesin las stasioner atau mesin las portabel. Mesin las stasioner dapat Anda gunakan pada tempat atau bengkel yang mempunyai jaringan listrik permanen, misal listrik PLN.

Adapun mesin las portable yang mempunyai bentuk relatif kecil bisa Anda gunakan untuk melakukan las di tempat-tempat yang tidak terjangkau jaringan listrik, seperti pulau atau daerah terpencil yang jaringan listriknya belum permanen atau listrik yang dihasilkan tidak stabil seperti listrik hasil sel tenaga surya, angina, dan sumber energi terbarukan lainnya.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pengoperasian mesin las adalah penggunaan yang sesuai dengan prosedur yang dikeluarkan oleh prabrik pembuat mesin, perawatan yang sesuai dengan anjuran. Acap kali gangguan-gangguan dapat timbul pada mesin las, antara lain mesin tidak mengeluarkan arus listrik atau nyala busur listrik yang dihasilkan lemah.

3. Mesin Las Ganda (AC – DC)

https://i0.wp.com/hargareview.com/wp-content/uploads/2016/05/ac-dc.jpgJenis yang terakhir ialah mesin las ganda, dimana mesin las ini mampu mengelas dengan menggunakan sumber listrik arus searah (DC) maupun dengan arus bolak-balik. Mesin las ganda mempunyai transformator satu fasa dan sebuah penyearah atau rectifier dalam satu unit mesin.

Output arus bolak-balik diambil dari terminal lilitan sekunder transformator melalui regulator arus. Adapun arus searah diambil dari keluaran rectifier. Pengaturan untuk memilih keluaran arus bolakbalik atau arus searah dapat dilakukan dengan mudah, yaitu hanya dengan memutar alat pengatur arus dari mesin las. Gambar di samping ini adalah mesin las ganda (AC-DC).

Mesin las AC-DC lebih fleksibel karena mempunyai semua kemampuan yang dimiliki masing-masing mesin las DC atau mesin las AC. Mesin las jenis ini sering digunakan untuk bengkel-bengkel yang mempunyai jenis-jenis pekerjaan yang lebih bervariasi, sehingga tidak perlu mengganti-ganti jenis las untuk pengelasan berbeda. Mesin las arus ganda dapat menyuplai arus antara 25 ampere sampai 140 ampere yang digunakan untuk mengelas plat – plat tipis, baja anti karat (stainless steel) dan alumunium. Dalam melakukan pengelasan benda kerja yang tebal, arus dapat diatur dari 60 hingga 300 ampere.

Jika anda membutuhkan mesin las anda dapat membelinya di mesinlas.net, Jual Mesin Las dan peralatan las lainnya paling lengkap berkualitas dengan harga terjangkau

Iklan